Selasa, 09 Maret 2010

Pasang Iklan Koran

PASANG IKLAN KORAN | JABODETABEK | DAERAH | SELURUH INDONESIA

Kami PT. BAKTIARTHA PERDANA menawarkan solusi PASANG IKLAN KORAN, di seluruh Indonesia, untuk pasang iklan koran KOLOM, IKLAN UMUM (DISPLAY), PENGUMUMAN, PELELANGAN/TENDER, LOWONGAN KERJA, DUKA CITA, UCAPAN TERIMAKASIH/ SELAMAT, pasang iklan koran KOMPAS, MEDIA INDONESIA, PIKIRAN RAKYAT, BALI POST, SURYA, SINGGALANG, KEDAULATAN RAKYAT, WARTA KOTA, JAWA POST, TEMPO, RADAR, SURYA, ANALISA, SINDO, REPUBLIKA, LAMPU HIJAU, POSKOTA, KALTIM POS, KORAN DAERAH dan kota-kota seluruh INDONESIA.


UNTUK PEMASANGAN IKLAN KORAN HUBUNGI :

Evi : ( Account Executive Baktiartha Communications )

Phone : (021) 9459 1923 / 0813 - 1019 0842 Fax : (021) 7403423

Email:
evinuryati@yahoo.com

Or :
PT. BAKTIARTHA PERDANA
Jl. Duta Darma VI Blok D6/10 Pondok Hijau Ciputat
Phone : 740 3423 - 9459 1923 Fax : 740 3423
E mail : baktiartha@yahoo.com
Website : http://www. baktiartha.co.id


Website : REKOMENDASI

http://www.baktiartha.co.id

http://www.iklankoran.net

http://www.iklankoran.co.id

http://www.pasangiklankoran.com

http://www.iklanbariskoran.com

http://www.iklanbariskompas.com

http://www.iklankoranindonesia.blogspot.com

http://www.iklankoran.multiply.com

http://www.iklankoran.110mb.com

http://www.iklankoran.wordpress.com

http://www.iklankoran.webs.com

http://www.iklankoranbaris.110mb.com

http://www.iklankoranjasa.multiply.com

http://www.iklankorankompas.110mb.com

http://www.iklankoranbaris.blogspot.com

http://www.iklankoran-baktiartha.blogspot.com

http://www.iklankoranjasa.blogspot.com

http://www.iklanbariskoranjakarta.blogspot.com

http://www.baktiartha.blogspot.com

http://www.bahtiartha.webs.com

http://www.pasangiklankoran.blogspot.com

http://www.pasangiklankoran.multiply.com

http://www.pasangiklankoran.webs.com

http://www.twitter.com/iklankoran

http://www.twitter.com/iklanbariskoran

http://www.iklankorandaerah.110mb.com

http://www.facebook.com/profile.php?id=1643569781

http://www.facebook.com/profile.php?id=100000496670832



IKLAN KORAN JABODETABEK
IKLAN KORAN KOMPAS
IKLAN KORAN POS KOTA
IKLAN KORAN SUARA PEMBARUAN
IKLAN KORAN REPUBLIKA
IKLAN KORAN BISNIS INDONESIA
IKLAN KORAN MEDIA INDONESIA
IKLAN KORAN THE JAKARTA POST
IKLAN KORAN BERITA KOTA
IKLAN KORAN HARIAN TERBIT
IKLAN KORAN INDO POS
IKLAN KORAN KORAN JAKARTA
IKLAN KORAN KORAN TEMPO
IKLAN KORAN NERACA
IKLAN KORAN NONSTOP
IKLAN KORAN RAKYAT MERDEKA
IKLAN KORAN SEPUTAR INDONESIA
IKLAN KORAN SINAR HARAPAN
IKLAN KORAN SUARA KARYA
IKLAN KORAN WARTA KOTA
IKLAN KORAN INVESTOR DAILY
IKLAN KORAN LAMPU HIJAU
IKLAN KORAN PIKIRAN RAKYAT
IKLAN KORAN BANTEN RAYA POST
IKLAN KORAN JURNAL BOGOR
IKLAN KORAN RADAR BOGOR
IKLAN KORAN BANTEN
IKLAN KORAN SATELIT NEWS
IKLAN KORAN RADAR TANGERANG
IKLAN KORAN TANGERANG


IKLAN KORAN SELURUH INDONESIA
Iklan Koran Ambon Ekspres
Iklan Koran Analisa
Iklan Koran Bali Post
Iklan Koran Babel Pos
Iklan Koran Bandung Ekspres
Iklan Koran Bangka Belitung Pos
Iklan Koran Bangka Pos
Iklan Koran Banjarmasin Post
Iklan Koran Banten Raya Post
Iklan Koran Batak Pos
Iklan Koran Batam News
Iklan Koran Batam Pos
Iklan Koran Bengkulu Ekspress
Iklan Koran Berita Kota
Iklan Koran Berita Kota Makassar
Iklan Koran Berita Metro
Iklan Koran Bernas Jogja
Iklan Koran Bisnis Bali
Iklan Koran Bisnis Indonesia
Iklan Koran Bisnis Jakarta
Iklan Koran Bungo Pos
Iklan Koran Business Today
Iklan Koran Cenderawasih pos
Iklan Koran Denpasar Post
Iklan Koran Dumai Pos
Iklan Koran Equator
Iklan Koran Fajar Makassar
Iklan Koran Gorontalo Post
Iklan Koran Harian Equator
Iklan Koran Indopos
Iklan Koran Inovasi
Iklan Koran Jakarta Post
Iklan Koran Jambi Ekspres
Iklan Koran Jambi Independent
Iklan Koran Jambi Star
Iklan Koran Jatim Mandiri
Iklan Koran Jawa Pos
Iklan Koran Jurnal Bogor
Iklan Koran Jurnal Nasional
Iklan Koran Kalimantan Post
Iklan Koran Kalimantan Review
Iklan Koran Kaltim Pos
Iklan Koran Kalteng Pos
Iklan Koran Kedaulatan Rakyat
Iklan Koran Kedaulatan Rakyat Kendari
Iklan Koran Kendari Ekspres
Iklan Koran Kendari Pos
Iklan Koran Kompas
Iklan Koran Kontan
Iklan Koran Koran Jakarta
Iklan Koran Koran Tempo
Iklan Koran Lampu Hijau
Iklan Koran Lampung Post
Iklan Koran Linggau Pos
Iklan Koran Lombok Post Mataram
Iklan Koran Luwuk Pos
Iklan Koran Malang Pos
Iklan Koran Malut Pos
Iklan Koran Manado Pos
Iklan Koran Medan Bisnis
Iklan Koran Media Indonesia
Iklan Koran Merapi
Iklan Koran Metro Aceh
Iklan Koran Metro Asahan
Iklan Koran Metro Banjar
Iklan Koran Metro Riau
Iklan Koran Metro Siantar
Iklan Koran Metro Tapanuli
Iklan Koran Monitor Depok
Iklan Koran Neraca
Iklan Koran Nonstop
Iklan Koran Nusa Bali
Iklan Koran Oku Ekspres
Iklan Koran Padang Ekspres
Iklan Koran Palembang Pos
Iklan Koran Palembang Ekspres
Iklan Koran Palopo pos
Iklan Koran Pare Pos
Iklan Koran Pasundan Express
Iklan Koran Pekanbaru Pos
Iklan Koran Pelita
Iklan Koran Pikiran Rakyat Bandung
Iklan Koran Pontianak Post
Iklan Koran Pos Kota
Iklan Koran Pos Kupang
Iklan Koran Pos metro Balikpapan
Iklan Koran Pos Metro Batam
Iklan Koran Pos Metro Jakarta
Iklan Koran Palopo Pos
Iklan Koran Pos Metro Jambi
Iklan Koran Pos Metro Medan
Iklan Koran Pos Metro Padang
Iklan Koran Posko Manado
Iklan Koran Prabumulih Pos
Iklan Koran Prohaba Banda Aceh
Iklan Koran Radar Bali
Iklan Koran Republika
Iklan Koran Radar Ambon
Iklan Koran Radar Balukumba
Iklan Koran Radar Bandung
Iklan Koran Radar Banten
Iklan Koran Radar Banjarmasin
Iklan Koran Radar Banyumas
Iklan Koran Radar Banyuwangi
Iklan Koran Radar Bekasi
Iklan Koran Radar Bogor
Iklan Koran Radar Bone
Iklan Koran Radar Bromo
Iklan Koran Radar Bute
Iklan Koran Radar Buton
Iklan Koran Radar Cirebon
Iklan Koran Radar Indramayu
Iklan Koran Radar Jember
Iklan Koran RadarJogja
Iklan Koran Radar Kotabumi
Iklan Koran Radar Lamsel
Iklan Koran Radar Lambar
Iklan Koran Radar Lamteng
Iklan Koran Radar Tanggamus
Iklan Koran Radar Timika
Iklan Koran Radar Karawang
Iklan Koran Radar Kediri
Iklan Koran Radar Lampung
Iklan Koran Radar Madura
Iklan Koran Radar Malang
Iklan Koran Radar Madiun
Iklan Koran Radar Mojokerto
Iklan Koran Radar Palembang
Iklan Koran Radar Pasundan Ekspres
Iklan Koran Radar Pat Petulai
Iklan Koran Radar Pekalongan
Iklan Koran Radar Sampit
Iklan Koran Radar Sarko
Iklan Koran Radar Selatan
Iklan Koran Radar Sulteng
Iklan Koran Radar Semarang
Iklan Koran Radar Solo
Iklan Koran Radar Sorong
Iklan Koran Radar Sulbar
Iklan Koran Radar Sulteng
Iklan Koran Radar Surabaya
Iklan Koran Radar Tanjab
Iklan Koran Radar Tarakan
Iklan Koran Radar Banjarmasin
Iklan Koran Radar Bima
Iklan Koran Radar Tasikmalaya
Iklan Koran Radar Tegal
Iklan Koran Radar Ternate
Iklan Koran Radar Timika
Iklan Koran Radar Tulungagung
Iklan Koran Radar Tuba
Iklan Koran Radar Lambar
Iklan Koran Rakyat Aceh
Iklan Koran Rakyat Bengkulu
Iklan Koran Rakyat Lampung
Iklan Koran Rakyat Merdeka
Iklan Koran Riau Pos
Iklan Koran Riau Mandiri
Iklan Koran Satelit News
Iklan Koran Radar Tanggerang
Iklan Koran SBI
Iklan Koran Serambi Indonesia
Iklan Koran Sentana Jakarta- Nasional
Iklan Koran Sinar Harapan
Iklan Koran Sinar Indonesia Baru
Iklan Koran Singgalang
Iklan Koran Sijori Mandiri
Iklan Koran Seputar Indonesia
Iklan Koran Solo Pos
Iklan Koran Sriwijaya Pos
Iklan Koran Star Batanghari
Iklan Koran Terbit
Iklan Koran Suara Karya
Iklan Koran Suara Merdeka
Iklan Koran Suara Pembaruan
Iklan Koran Sumatera Ekspres
Iklan Koran Sumut Pos
Iklan Koran Surabaya Pagi
Iklan Koran Surabaya Post
Iklan Koran Tribun Jabar
Iklan Koran Tribun Kaltim
Iklan Koran Tribun Manado
Iklan Koran Radar Kotabumi
Iklan Koran Surya
Iklan Koran Tribun Gorontalo
Iklan Koran Top Score
Iklan Koran Ujung Pandang Ekspres
Iklan Koran Radar Indramayu
Iklan Koran Radar Junior
Iklan Koran Tribun Pontianak
Iklan Koran Tangerang Ekspres
Iklan Koran Radar Kudus
Iklan Koran Radar Tuba
Iklan Koran Radar Lamsel
Iklan Koran Radar Lamteng
Iklan Koran Radar Sampit
Iklan Koran Radar Sulbar
Iklan Koran Radar Tarakan
Iklan Koran Samarinda Pos
Iklan Koran Suara NTB
Iklan Koran Sumatera Ekspres
Iklan Koran Sumut Pos
Iklan Koran Surabaya Pos
Iklan Koran Tribun Batam
Iklan Koran Tribun Jabar
Iklan Koran Tribun Sulut
Iklan Koran Tribun Timur
Iklan Koran Tribun Pekanbaru
Iklan Koran Ujungpandang Ekspres
Iklan Koran Timor Express , Kupang
Iklan Koran Warta Kota
Iklan Koran Wawasan
Iklan Koran Waspada
Iklan Koran Koran Sore Surakarta

Kesalahan Memasang Iklan

6 Kesalahan Memasang Iklan di Koran dan Majalah serta Bagaimana Memperbaikinya

Cara paling gampang untuk memasarkan produk adalah dengan memasang iklan di koran atau di majalah, apalagi iklan gratis. Anda setuju? Memang demikian adanya.

Cukup anda tulis penawarannya, sediakan uang tunai, dan pasang iklan majalah atau iklan koran yang anda sukai.

Saking mudahnya taktik pemasaran ini menyebabkan banyak orang yang tidak tahu (bisa jadi tidak mau tahu) prinsip penting dalam memasang iklan di koran atau majalah.

Padahal kesalahan yang dianggap kecil ini bisa berakibat fatal. Anda beresiko kehilangan uang…dalam jumlah besar tentunya…jika anda melakukan kesalahan dalam memasang iklan. Ada 6 kesalahan yang umum dilakukan.

Kesalahan pertama : Tidak memasang iklan di koran atau majalah yang tepat.
Kebanyakan orang ingin iklan produknya dipasang di surat kabar atau majalah terkenal. Tapi mereka tidak memikirkan seperti apa dan bagaimana perilaku orang yang membaca koran atau majalah tersebut. Padahal pemasangan iklan bergantung dari segmen yang dibidik.

Contohnya seperti ini, anda menjual bibit ikan lele. Kemudian anda lihat bahwa koran X sangat terkenal di kota anda. Anda memutuskan untuk memasang iklan di koran tersebut dengan asumsi, koran tersebut adalah “koran rakyat” yang banyak pembacanya.

Akan tetapi anda tidak melihat siapa dan bagaimana perilaku orang yang membaca koran tersebut.

Koran tersebut memang laris di kota anda. Tapi bisa anda bayangkan apa jadinya kalau ternyata koran tersebut adalah koran yang hanya dibaca oleh orang yang sedang mencari lowongan perkerjaan.

Para petani atau pengusaha ikan lele yang notabene adalah target dan calon potensial pembeli bibit lele anda tidak membaca koran tersebut.

Bacaan mereka adalah majalah Y, sebuah majalah agrobisnis yang tampaknya kalah populer dengan “koran rakyat” pilihan anda. Usaha anda akan sia sia dan uang andapun akan lenyap begitu saja.

Solusinya adalah, lihat siapa dan bagaimana perilaku segmen pasar yang anda bidik. Ambil sampelnya, tanyakan koran atau majalah apa yang biasa mereka baca. Anda ingin tahu caranya? Lakukan riset pasar!

Kesalahan kedua : memasang headline nama usaha atau perusahaan.
Orang akan jauh lebih tertarik dengan headline yang berisi penawaran anda, bukan nama perusahaan anda. Jadi tulislah headline yang mengundang hasrat mereka untuk menghubungi anda. Jangan tulis nama usaha anda.

Menurut anda headline mana yang lebih menarik, “PT. Properti Bintang Jaya Nusantara” atau “Dijual Rumah Eksotik Pinggir Pantai, Gratis Motor Matic dan Kulkas 2 Pintu Senilai 15 Juta Untuk Anda”. Pasti headline yang kedua kan?

Kesalahan ketiga : tidak tahu bagaimana teknik memasang iklan di koran atau majalah.
Jika anda ingin memasang iklan, saya sarankan anda gunakan trik berikut ini.

1. Halaman kanan lebih baik dari halaman kiri. Kecuali di China dan di Arab, halaman kiri lebih bagus daripada halaman kanan.
2. Sering lebih baik daripada besar. Tentu saja yang terbaik adalah besar dan sering.
3. Atas lebih baik daripada bawah.
4. Berbentuk vertikal lebih baik daripada horizontal, kecuali ekstrim horizontal.
5. Ada gambar lebih baik daripada tulisan saja. Namun ingat, tulisanlah yang menjual, bukan gambar.

Kesalahan keempat : tidak memberikan benefit / keuntungan yang akan didapatkan oleh konsumen.
Tulislah keuntungan yang didapat oleh calon konsumen yang membaca iklan anda. Anda bisa tulis manfaat apa yang didapatkan jika mereka membeli produk anda. Kemudian anda beri keuntungan tambahan bagi yang langsung memutuskan untuk membeli.

Kesalahan kelima : tidak memberikan kontak person yang jelas.
Tulislah dengan jelas siapa yang bisa mereka hubungi berikut nomor teleponnya. Karena begitu mereka tertarik, mereka akan berusaha menghubungi anda. Contohnya bisa seperti ini : “Segera hubungi saya, Bpk. Haristya di (0274) 512898″

Kesalahan keenam : tidak mengukur tingkat keefektifitasan iklan yang telah dipasang.
Kasus yang sering terjadi adalah begitu iklan sudah terpasang di koran atau majalah, iklan tersebut didiamkan meskipun orang yang merespon sedikit sekali.

Cara yang terbaik adalah ukur tingkat efektifitas iklan anda. Pasang dalam waktu tertentu yang tidak begitu lama. Begitu hasilnya kurang memuaskan, anda bisa ubah headlinenya, atau anda ubah hari pemuatannya, atau anda ubah lokasinya atau bahkan anda ganti medianya.

Berapa uang yang terbuang jika anda terus mendiamkan iklan anda tanpa mengukur tingkat efektifitasnya?

Perhatikanlah keenam hal diatas apabila anda hendak memasang iklan koran, iklan majalah, iklan baris bahkan sampai iklan gratis. Dengan menghindari ke-6 kesalahan tersebut, anda bisa terhindar dari pemborosan biaya iklan yang tidak berguna.

Jumat, 05 Maret 2010

Mambaca Koran Dng Cepat

From : www.muhammadnoer.com

Apakah Anda seorang pembaca koran yang rutin?

Berapa banyak waktu yang Anda habiskan untuk membaca koran?

Koran merupakan bacaan paling umum yang dibaca secara rutin oleh banyak orang. Kebanyakan orang tidak memiliki waktu yang banyak untuk membacanya. Koran pagi biasanya dibaca sebelum berangkat kerja dan kalau memungkinkan dilanjutkan sedikit setelah pulang kerja. Total waktu yang dihabiskan paling banyak 30 menit sampai 1 jam per hari. Itu pun jika tidak ada kesibukan lain yang membutuhkan perhatian khusus.

Dalam beberapa tulisan sebelumnya saya telah menjelaskan tentang membaca cepat, hambatan-hambatan dalam membaca, cara menghilangkan kebiasaan buruk dalam membaca, serta teknik dasar membaca cepat. Tulisan berikut akan mengulas salah satu aplikasi teknik membaca yakni membaca koran secara cepat. Semoga membantu untuk penjadi pembaca yang cepat dan cerdas.

Bagaimana berita koran disusun?

Pada dasarnya koran adalah media penyampai berita. Apa yang terjadi kemarin disampaikan di koran hari ini. Sebelum dapat membaca koran dengan cepat, Anda perlu mengetahui bagaimana berita disusun.

Dalam dunia jurnalistik dikenal konsep 5W+1H dalam penyusunan berita yakni:

  • What - apa yang terjadi?
  • Who - siapa yang terlibat dalam kejadian tersebut?
  • Where - di mana kejadian tersebut berlangsung?
  • When - kapan kejadian tersebut berlangsung?
  • Why - mengapa hal tersebut terjadi?
  • How - bagaimana terjadinya?

Penerbit koran sangat memahami bahwa pembacanya tidak memiliki banyak waktu. Karenanya mereka menyusun keenam informasi tersebut pada paragraf pertama dan kedua. Pola ini dikenal pula dengan nama penyusunan piramida terbalik. Informasi penting diletakkan di awal sedangkan informasi pendukung diletakkan di tengah dan di belakang.

reading-pyramid

Bacalah Dua Paragraf Pertama

Dengan demikian secara prinsip jika Anda membaca dua paragraf pertama, besar kemungkinan sudah mendapatkan informasi 5W+1H tadi. Paragraf-paragraf berikutnya merupakan penjelas jika ingin menggali informasi yang lebih dalam. Jadi, jika sekedar ingin mendapatkan update berita terbaru, cukup membaca dua paragraf pertama. Sedangkan jika membutuhkan detail lengkap, silakan dilanjutkan sampai selesai.

newspaper-paragraphs

Perhatikan contoh berita yang saya kutip dari halaman depan koran Kompas terbitan Minggu, 12 April 2009.

kompas-demo-ktt

Jika kita perhatikan, informasi penting sudah terdapat pada dua paragraf pertama. Perhatikan:

  • What – Pemrotes menerobos KTT Asia
  • Who – Pemrotes anti pemerintah Thailand sebagai pelaku
  • Where – Pattaya, Thailand
  • When – Sabtu, 11 April 2009
  • Why – Belum terjawab di dua paragraf pertama
  • How – Menerobos masuk ke tempat penyelenggaraan KTT Asia

Dari keenam pertanyaan, hanya Why saja yang belum terjawab dan baru terjelaskan di paragraf keempat yakni karena pemrotes menuntut Perdana Menteri yang menjabat untuk mundur.

Penyusunan informasi seperti ini sangat lazim dalam penulisan berita. Dengan cara ini informasi paling penting akan diletakkan di awal paragraf diikuti informasi dengan tingkat kepentingan yang lebih rendah. Dengan demikian, seorang editor koran akan dengan mudah memotong sebuah berita tanpa harus mengorbankan keseluruhan isi karena bagian berita yang dipotong tidak akan mengganggu isi berita keseluruhan.

Perhatikan contoh kedua juga dari harian Kompas terbitan 12 April 2009.

kompas-plaza-ambrol

Dalam berita di atas informasi 4W pertama bahkan sudah diketahui di paragraf pertama seluruhnya. Sedangkan How dijelaskan di paragraf kedua.

  • What – Tembok atap Plaza ambrol dan meminta korban
  • Who – Satu orang yang tertimpa meninggal (Febi), tiga lainnya luka parah
  • Where – Plaza Simpang Lima, Semarang, Jawa Tengah
  • When – Sabtu, 11 April 2009 pukul 16.15
  • Why – belum terjawab di dua paragraf pertama
  • How – Balok berangka besi sepanjang 9 meter ambrol dan menimpa orang di bawahnya

Mengenali Kolom Koran

Coba Anda perhatikan, hampir semua koran disusun dalam bentuk kolom yang sempit sekitar 4-5 cm. Penyusunan ini dengan maksud khusus untuk memudahkan pembaca sehingga tidak terselip ke baris berikutnya. Dalam proses membaca koran secara cepat, keberadaan kolom ini juga sangat membantu di mana lebar kolom dapat dibaca dengan satu jangkauan mata saja (fiksasi).

Perhatikan gambar berikut:

newspaper-one-fixation

Pembaca koran yang terlatih hanya menggerakkan matanya dari atas ke bawah dan tidak lagi dari kiri ke kanan. Kolom koran relatif tidak terlalu lebar dan sangat mungkin dijangkau dengan satu jangkauan mata dalam membaca. Cobalah!

Lantas bagaimana jika Anda masih kesulitan dengan cara tersebut? Coba bagi kolom tadi dalam dua bagian atau paling banyak 3 bagian. Seolah-olah ada garis imajiner yang membaginya. Anda dapat melatih dua kali pergerakan mata setiap barisnya sampai nantinya Anda dapat membaca dalam satu kali jangkauan per baris. Cara ini dapat meningkatkan kecepatan Anda sampai 2-3 kali lipat. Jika Anda belum memahaminya, silakan baca posting sebelumnya di artikel pengantar Speed Reading dan Teknik Dasar Membaca Cepat.

Meningkatkan Pemahaman Baca Dengan Menguasai Informasi Yang Relevan

Seperti yang sudah dijelaskan, secara umum koran berisi fakta atas suatu kejadian. Karenanya informasi paling relevan adalah 5W+1H. Biasakan ketika membaca koran Anda merujuk ke 5W+1H tadi sehingga Anda pun akan menjadi pembaca koran yang cepat sekaligus cerdas karena menangkap informasi terpenting di dalamnya.

Di samping itu koran juga memiliki tulisan jenis lain seperti opini, artikel atau feature atas topik tertentu. Teknik membaca untuk bagian ini sedikit berbeda dari tulisan jenis berita. Mudah-mudahan dapat saya bahas pada tema Speed Reading berikutnya. Silakan terus mengikuti.

Catatan: Screenshot koran diambil dari harian Kompas http://epaper.kompas.com

Beriklan Properti di Koran

Tips Beriklan Properti Yang Baik di Media Koran

Sekarang sedang menjamur media pasang iklan online. Namun masih ada yang menggunakan media koran. Meskipun tidak semua pelaku bisnis properti menfaatkan media ini. Namun media koran sampai dengan saat ini adalah media promosi primadona yang menjadi target pemasang iklan para pelaku bisnis properti.

Berikut tips membuat iklan properti yang baik di media koran :

Sesuaikan dengan Segmentasi Pasar
Koran adalah produk. Mereka mempunyai segmentasi pasar yang berbeda-beda. Ada koran khusus politik, khusus kriminal atau koran yang menyasar kepada pembaca umum. Sama halnya dengan produk properti. Tentu mempunyai segmentasi pasar yang berbeda pula. Nah, langkah pertama adalah tentukan koran yang sesuai dengan segmentasi pasar properti Anda. Tentunya jangan pasang iklan properti di media koran yang bergenre kriminal!

Point of Interest
Point of Interest atau pusat apa yang akan Anda sampaikan adalah bagian penting dalam membuat iklan. Beberapa kesalahan yang dilakukan oleh para pembuat iklan adalah menampilkan seluruh keunggulan dalam kotak iklan yang kecil. Dengan huruf besar pula. Sehingga tidak muncul apa sih yang sebenarnya akan Anda tawarkan dan membuat pembaca koran tertarik lebih lanjut.

Contoh ketika Anda memasang iklan rumah tentang membeli produk Anda dengan bonus pergi ke Hongkong. Pertanyaannya jika memang bonus pergi ke Hongkong adalah point of interest dari produk Anda, apakah akan Anda desain dengan huruf kecil-kecil atau huruf dengan ukuran yang sama dengan apa yang ingin Anda sampaikan dalam iklan Anda? Point of Interest wajib Anda tonjolkan untuk membuat orang tertarik dengan produk Anda.

Eye Catching
Eye catching atau obyek yang membuat mata pembaca terkesima. Sangat erat kaitannya dengan point of interest. Adalah bagaimana caranya mata pembaca langsung tertuju dengan iklan rumah/properti Anda tsb. Bayangkan dalam satu halaman koran, begitu banyak iklan. Maka iklan Anda musti menonjol dibandingkan dengan iklan lainnya.

Caranya sebenarnya gampang untuk membuktikan bahwa iklan properti Anda cukup eye catching atau bukan. Cetak iklan properti Anda sesuai dengan ukuran aslinya, tempelkan pada koran di mana Anda akan memasang iklan. Lakukan tes kepada beberapa karyawan Anda, tanyakan apakah iklan Anda cukup menarik atau biasa-biasa saja. Tentunya tidak akan kalah dengan media promosi online.

Komposisi Tulisan dan Gambar
Tidak mudah memang menampilkan semua isi iklan. Walaupun sekarang banyak media pasang iklan gratis tetapi yang penting adalah iklan Anda menjadi tertarik bagi orang lain. Nah, komposisi tulisan ini juga berkaitan erat dengan point of interest dan eye catching. Jika semua font tulisan Anda sama besarnya, Anda akan kehilangan point of interest. Ketika gambar Anda tonjolkan tidak diimbangi dengan tulisan, pesan Anda akan hambar.

Buatlah beberapa model komposisi tulisan dan gambar dan bandingkan satu sama lain dan bandingkan dengan iklan properti yang terbit saat itu. Sampai Anda bilang mak nyuss, maka iklan properti Anda, layak untuk ditayangkan.

Penempatan Iklan
Penempatan iklan kadang tidak tersentuh oleh para pelaku bisnis properti. Seringkali jika materi iklan sudah ok, kemudian diserahkan kepada media koran. Bagian pemasangan iklan di media koran sebenarnya tidak paham benar apa yang ingin Anda tampilkan dan dimana akan ditampilkan. Alangkah baiknya jika Anda memberikan pesan kepada bagian desain di media koran tersebut untuk menempatkan iklan Anda pada posisi tertentu yang Anda inginkan.

Posisi yang biasa digunakan adalah pada halaman ganjil dan terletak di bagian paling bawah. Kecuali jika budget promosi Anda cukup besar, letakkan saja pada halaman depan atau belakang. Ini sangat berkaitan dengan eye catching. Cara mengujinya pun sama.

Manfaat Koran Bekas

Yang akan kita bahas sekarang adalah reuse (memakai kembali) koran-koran bekas, yang sebenarnya masih bisa digunakan untuk banyak hal. Inilah 10 hal yang dapat anda lakukan dengan koran bekas anda:

Membersihkan kaca. Saya juga tidak tahu mengapa tetapi koran bekas bisa membuat kaca menjadi kinclong kembali. Langsung saja semprotkan pembersih kaca dan gunakan koran sebagai lap. Karena koran tidak terlalu menyerap air maka lebih baik menggunakan semprotan.
Pengepakan barang. Apakah anda sedang berkemas untuk pindah rumah ataupun kantor, koran bekas bisa dipakai untuk mengepak barang di dalam kardus sebagai ganti styrofoam. Anda hanya perlu menggumpalkan koran menjadi bola-bola kecil. Kalau anda mau pindahan juga koran bisa dipakai sebagai pembungkus barang pecah belah seperti keramik atau gelas.
Menyimpan keramik. Kalau anda memiliki barang pecah belah mahal, seperti piring-piring keramik, anda bisa memakai koran di antara piring tersebut agar lebih terjamin dan tidak bersenggolan.
Pembungkus. Daripada memakai kertas coklat pembungkus buku, anda bisa gunakan koran sebagai pembungkus buku. Paling tidak kalau anda punya banyak koran, kalau bungkus buku tersebut robek bisa langsung diganti. Selain itu, bisa juga anda gunakan koran sebagai pembungkus kado. Kan yang penting isinya, bukan bungkusnya.
Tatakan meja makan. Kalau anda sedang makan seafood dirumah seperti kepiting atau lobster rebus, lebih baik meja anda memakai tatakan koran agar bisa langsung dibuang. Koran juga bisa dipakai sebagai tatakan meja ketika anak anda membuat prakarya di rumah agar tidak berantakan.
Tatakan lainnya. Selain tatakan meja makan, koran juga dipakai untuk tatakan sangkar burung, tempat penyimpanan panci, hingga kadang ada juga sebagai tatakan lemari baju. Kalau anda memakai koran sebagai tatakan untuk tempat tidur binatang peliharaan anda maka koran sangat baik dan lebih sehat karena tinta koran mengandung bahan yang menahan bakteri dan bisa dibilang tidak berbahaya bila termakan.
Tambahan komposter. Koran bekas bisa menambah bahan kering untuk komposter sehingga kompos yang dihasilkan bisa lebih baik dan membantu proses kompos. Koran juga anda pakai untuk taman dan sebagai penahan rumput liar. Taruh koran diantara tanaman anda.
Menghilangkan bau. Kalau anda memiliki sepatu apalagi sepatu bot yang bau, masukkan koran bekas untuk menghilangkan bau tersebut.
Memerahkan tomat. Kalau anda punya tomat yang masih hijau atau kurang empuk, anda bisa bungkus dengan koran dan ketika anda buka, tomat tersebut akan menjadi merah. Kok bisa? Dalam proses tomat menjadi matang, tomat mengeluarkan gas ethylene, dan bungkus koran menjebak gas tersebut sehingga memerahkan tomat. Kalau mau lebih cepat lagi, anda bisa bungkus tomat bersama dengan pisang karena pisang mengeluarkan gas ethylene lebih banyak.
Peralatan tambahan di mobil. Koran selalu perlu disimpan di mobil karena kalau anda ke tempat yang kotor dan tidak mau sepatu anda mengotori mobil, anda bisa pakai koran. Lebih dari itu, kalau mobil anda mandeg di lumpur maka koran bisa membantu traksi roda mobil agar bisa jalan lagi. Kalau sudah terlalu banyak dan tidak terpakai, paling tidak koran juga tetap bisa dijual. Tetapi, kalau tidak terlalu perlu, maka tetap membaca koran melalui internet akan lebih baik. Untuk mendapatkan koran bekas? Mungkin bisa minta tetangga anda.
Untuk apa koran bekas anda, digunakan saat ini?

Koran Bekas Berantas Gulma

Jika dirumah banyak koran menumpuk, sebaiknya jangan lekas dibuang atau dijual. Koran bekas ternyata bisa berguna untuk keindahan taman. Jika Anda kesal dengan gulma (rumput atau tanaman liar) yang mengganggu tanaman hias di taman, gunakan saja koran bekas. Cara ini mirip penggunaan mulsa saat menanam cabai.Letakkan lembaran-lembaran koran di antara bedeng tanaman, di bagian tanah yang ditumbuhi oleh gulma. Sirami atau semprot dengan air sampai koran basah. Selamat mencoba.

Membaca Koran

[Nulis Yuk 10] MEMBACA KORAN, MENEMUKAN IDE
Oleh Gola Gong - http://www.rumahdunia.net

Kergiatan yang sampai sekarang tidak pernah aku tinggalkan adalah membaca koran. Ketika bujangan, sebelum berangkat kerja sambil sarapan nasi uduk di teras kamar kos, setiap pagi aku biasa membacai sekitar 4 atau 5 koran sekaligus. Berita-berita kriminal dan feature human interest aku baca.. Jika Minggu pagi, seluruh koran nasional aku lahap. Terutama halaman budayanya. Halaman pariwisatanya aku kliping. Bahkan tabloid gosip, aku beli juga. Kisah hidup para selebritis jadi menu pelengkapku.

BUDAYA TONTON
Berlangganan koran memang belum menjadi kebiasaan atau budaya di negeri ini. Di komplek tempat tinggalku, aku mengukurnya dari kesibukan si loper koran. Dia tidak mendatangi setiap rumah setelah mengantarkan koran kepadaku. Di para tetanggaku, budaya tonton memang lebih diandalkan. Orang-orang merasa sudah cukup dengan menerima informasi dari televisi. Tidak perah aku melihat di hari-hari luang, para tetanggaku duduk di teras, membaca koran atau majalah sambil menyeruput teh panas atau kopi. Mereka terlalu sibuk bekerja di siang hari dan menonton di malam hari. Kegiatan untuk menambah wawasan atau keintelektualan mereka dengan kegiatan membaca koran dan majalah hampir tidak ada. Seharusnya dalam sehari disediakan waktu sekitar 1 atau 2 jam untuk membaca.

Aku ingat suatu pagi di teras kamar kosku. Bapak kosku melintas. Dia kaget ketika melihatku membacai banyak koran. ”Bujubene! Lu beli koran banyak banget. Kalo buat beli beras, berapa kilo, tuh!” Aku jawab, setelah membaca seluruh koran ini, aku bisa membuat sebuah cerpen atau novel. Nanti honornya bisa aku belikan tidak hanya sekedar beberapa kilo beras, tapi juga lauk-pauknya, minyak tanahnya, kompornya, atau bahkan sekaligus sawahnya. Bapak kosku hanya tertawa. Entah, dia mengerti atau malah bingung.

LETIKAN IDE
Bagiku, pekerjaan membaca koran bukanlah sekedar membaca saja. Itu adalah rangsangan bagi otak kananku. Seperti letikan ide. Dengan membaca koran, aku selalu merasa sedang meletikan api, sehingga ide di kepalaku menyala terus. Itu harus aku jaga, agar tidak padam. Sekarang setelah berkeluarga, aku langganan 1 koran lokal dan 2 koran nasional. Sedangkan di hari Minggu bertambah jadi 5 koran nsional. Terdengar seperti pemborosan. Kadang istriku di akhir bulan suka ”mengeluh” ketika membaca tagihan koran. Aku menenangkannya dengan gurauan, ”Nanti juga ketutup dengan honor tulisan.”

Saat membaca, imajinasiku selalu bermain. Novel trilogi ”Pada-Mu Aku Bersimpuh” (Dar! Mizan) adalah hasil dari kegiatan membacaku. Saat itu aku membaca sebuah tulisan di tabloid, tentang pejabat negara yang berselingkuh dengan seorang wanita selebritis. Usai membaca api ide di kealaku menyala terang, membakar seluruh tubuhku. Juga novel dwilogi ”Kupu-kupu Pelangi” (Dar! Mizan, 200). Saat itu hampir di setiap koran dimuat berita tentang para ibu yang membuang bayi di got, di tong sampah, di terminal, di stasiun, di bawah jok kursi, dan di pasar. Astahgfirulahaladzim! Para wanita itu ada yang mengaku, bahwa bayi itu hasil hubungan paksa (diperkosa) oleh si majikan dan anak majikan. Ada juga hasil hubungan dengan pacar, buah cinta mereka.

LAUTAN IDE